by

Sains Story 2 : Aku Adalah Pembunuh Manusia Paling Kejam

Tentunya kalian telah maklum bukan, bahwa dimana-mana aku menyebarkan berbagai penyakit yang sangat membahayakan bagi  kehidupan  manusia? Sebagaimana anda ketahui, aku suka bertempat di tempat-tempat yang sangat menjijikan. Di sampah-sampah, dan barang apa saja yang membusuk, terutama bangkai-bangkai. Baik bangkai binatang seperti tikus, dan bangkai apa sajalah yang baunya sang at menjijikan  manusia, justru menjadi kegemaranku, sekaligus menjadi santapanku yang paling lezat. Kecuali itu kami suka mengerumuni kotoran-kotoran. Entah itu kotoran babi, tahi ayam, bahkan  kotoran manusia. Maka kalau masih ada manusia buang hajat di sembarang tempat, itu sangat  kusukai.

Pasti kalian telah maklum, bahwa tempat-tempat yang telah kusebutkan tadi penuh dengan  kuman-kuman dan bibit-bibit penyakit yang amat membahayakan bagi manusia. Dengan mudah dan cepat sekali aku menyebarkan kuman-kuman maupun baksil-baksil itu kepada manusia.

Aku memiliki kaki yang berbulu-bulu, bila aku hingga di bangka atau kotoran, kakiku ini dengan mudah membawa kotoran penuh  kuman itu, untuk dipindahkan ke sembarang tempat. Selain kuman-kuman yang melekat pada kakiku, dalam perutku pun penu h berisi kuman. Sebab memang bangkai atau kotoran tadi sengaja kumakan. Dengan demikian perutku  penuh berisi baksil dan kuman. Akan tetapi aku sendiri telah kebal terhadap mereka. Jadi bagiku, mereka tak membahayakan. Maka dimana saja aku  hinggap, disitulah aku membuang kotoran, berwujud titik hitam kecil, namun terdiri dari berpuluh bahkan beratus ribu kuman penyakit.

Keberitahukan kepadamu, bahwa beberapa tahun yang lalu, serombongan penyelidik dari Amerika ingin mengetahui, berapa jumlah kuman dan baksil yang bisa disebarkan oleh seekor lalat. Mereka juga menyelidiki, apa yang terjadi bila aku hinggap di atas makanan manusia. Para penyelidik tadi kemudian menangkapku, bersama rekan-rekanku  sebanyak 8 ekor lalat tadi diberi semacam baksil, kemudian membiarkan kami merayap diatas makanan  manusia. Para penyelidik tadi kemudian menemukan lebih dari 10.000 kuman di atas makanan tadi. Seperempat jam  kemudian  telah menjadi 500.000 kuman. Tiga orang penyelidik lainnya meneliti temanku, yakni seekor lalat yang setelah hinggap di atas kotoran, kemudian hinggap diatas sepotong roti. Setelah dibawanya ke laboratorium, ketiganya menemukan tidak kurang dari 12.000 kuman di atas roti tersebut. Dan setengah jam  kemudian telah  menjadi 1.000.000 kuman lebih.

Comment

PERDANANEWS